Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Resume Kelompok VI (Arti Penting Kepemimpinan dalam Organisasi)

Arti Penting Kepemimpinan dalam Organisasi

Organisasi merupakan sekelompok orang yang memiliki visi dan misi yang sama dan dituntut untuk saling berkomunikasi. Setiap organisasi dituntut untuk selalu peka terhadap aspirasi, keinginan, tuntutan dan kebutuhan berbagai kelompok dengan siapa organisasi berinteraksi.
Seorang pemimpin  memiliki tugas bagaimana cara untuk memahami, menangani, dan memotivasi bawahannya untuk bekerja lebih keras sehingga menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid.
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang wajib dan harus ada didalam orgnasisasi sehingga organisasi tersebut dapat berjalan dengan teratur. Terdapat 5 komponen didalam kepemimpinan :

1.     Adanya seorang pemimpin.
2.     Kemampuan pemimpin untuk menggerakan mencapai tujuan organisasi.
3.     Pengikut orang-orang dibawah otoritas pemimpin.
4.     Adanya tujuan yang ingin dicapai.
5.     Organisasi tempat dimana kepemimpinan berada.

Tanpa salah satu saja komponen diatas, maka akan sulit untuk meraih tujuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
          Seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan ialah pemimpin yang bisa makan pada satu meja dengan para anggota ataupun bawahannya, tidak membedakannya berdasarkan status sosial dan bisa berteman baik serta dapat bertindak tegas untuk semua jenis pelanggaran hukum yang berlaku dimasyarakat.

Resume Kelompok V (Perubahan dan Perkembangan Organisasi)

Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Setiap organisasi pasti mengalami suatu perubahan dan juga perkembangan. Terdapat beberapa faktor yang menjadikan organisasi tersebut berkembang dan berubah, diantaranya :

1.     Faktor internal
a.      Perubahan kebijakan.
b.     Perubahan struktur.
c.      Volume kegiatan yang bertambah.
2.     Faktor eksternal
a.      Kompetisi yang terjadi antar organisasi.
b.     Berkembangnya teknologi.
c.      Perubahan lingkungan.

Perubahan dan perkembangan pada suatu organisasi memiliki tujuan yang bermacam-macam, diantaranya :

1.     Untuk mempererat hubungan antar organisasi.
2.     Untuk memberikan dampak yang positif pada masyarakat.
3.     Untuk meningkatkan peranan organisasi dalam masyarat.

Pada dasarnya pengembangan organisasi merupakan usaha yang dilakukan secara berencana dan secara terus menerus meliputi organisasi secara keseluruhan untuk meningkatkan efektifitas dan kesehatan organisasi dengan menerapkan azas-azas dan praktek yang dikenal dalam kegiatan organisasi.
Perubahan dan Perkembangan itu sendiri hendaknya membawa dampak positif, namun tidak dapat dipungkuri era globlasasi menyebabkan perubahan dan perkembangan organisasi membawa pengaruh yang negatif dalam masyarakat.

Kamis, 30 Oktober 2014

Resume Kelompok IV (Komunikasi Dalam Organisasi)

Komunikasi Dalam Organisasi

Sebagai makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan yang namanya komunikasi. Pengertian komunikasi sendiri yaitu suatu proses ketika seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya. Biasanya komunikasi akan terjadi secara lisan atau verbal.
Sedangkan organisasi dapat diartikan sebagai tempat orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terorganisasi, terencana, terkendali dan terpimpin dalam memanfaatkan sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama.
Dengan kata lain, komunikasi dalam organisasi ialah proses dimana bertukarnya informasi antar personal didalam organisasi itu sendiri. Komunikasi terbagi menjadi beberapa macam :

1. Komunikasi verbal, merupakan komunikasi yang dilakukan dengan cara bertatap wajah maupun dengan pesan tertulis.
2. Komunikasi nonverbal, merupakan perilaku yang memperkuat makna dari kata-kata atau informasi yang disampaikan.
3. Komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal :
a. Komunikasi vertikal, merupakan komunikasi yang terjadi antara atasan dengan bawahan.
b. Komunikasi horizontal, merupakan komunikasi yang terjadi antara staf dengan staf atau yang memiliki tingkatan sama.
c. Komunikasi diagonal, merupakan komunikasi yang terjadi antara kelompok-kelompok orang di departemen lain dalam organisasi yang tidak pada tingkat yang sama dalam hirarki.

Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan rang lain. Komunikasi yang baik merupakan komunikasi dua arah yaitu apabila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.


Senin, 27 Oktober 2014

Resume Kelompok III (Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi)

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Keputusan merupakan suatu kegiatan untuk mempengaruhi individu ataupun kelompok baik maupun tidak baik yang mengakibatkan terjadinya perubahan sikap, perilaku serta kebiasaan terhadap indvidu maupun kelompok tersebut. Dapat dikatakan pengertian pengambilan keputusan itu sendiri ialah menentukan jalan keluar dari suatu permasalahan dengan kata lain menentukan piihan terbaik beberapa alternatif yang mungkin dilakukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh organisasi itu. 

Keputusan dibagi menjadi beberapa tingkatan :

1. Keputusan Strategis, merupakan keputusan yang dibuat oleh manajemen tertinggi dari suatau organisasi.
2. Keputusan Taktis, merupakan keputusan oleh manajemen menengah.
3. Keputusan Operasional, merupakan keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.

Terdapat juga beberapa proses pengambilan keputusan dalam organisasi :
1. Authority rule without discussion (Kewenangan Tanpa Diskusi), pada metode ini seorang pemimpin dapat mengambil keputusan sendiri tanpa melalui diskusi sehingga dapat mempersingkat waktu jika organisasi tidak memiliki waktu yang cukup untuk memutuskan keputusan.
2. Expert Opinion (Pendapat Ahli), metode ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota yang dianggap ahli memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota organisasi itu.
3. Authority Rule After Discussion (Kewenangan Setelah Diskusi), metode ini akan meningkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya, maksudnya pendapat dari anggota sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku pemimpin dan kelompok masih berpengaruh.
4. Consensus (Kesepekatan), partisipasi penuh dari seluruh anggota akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.

Contoh pengambilan keputusan dalam organisasi :

DPR yang masih ragu dalam pengambilan keputusan menaikkan tarif listrik 10%. Ini di karenakan bentroknya pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah yang ingin tarif di naikkan, dan masyarakatnyanya yang tidak setuju. Mungkin bagi pemerintah memaksa ingin menaikkan tarif 10% hanya hal biasa saja, tetapi bagi masyarakat apalagi yang tidak mampu ini adalah hal yg berat. Akibatnya pihak DPR pun belum mengambil keputusan apapun untuk menaikkan atau tidak.

Dari contoh kasus pengambilan keputusan dalam organisasi yang diangkat oleh kelompok III, menurut saya DPR harus mengambil keputusan dengan bijak secepatnya agar permasalahan atau perselisihan dengan masyarakat bisa dapat diselesaikan.

Minggu, 19 Oktober 2014

Resume Kelompok II (Konflik Dalam Organisasi)

Konflik Dalam Organisasi

          Konflik tersendiri memiliki sebagai suatu proses sosial antar personal atau kelompok dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan atau membuat tak berdaya pihak lainnya. Konflik dalam organisasi sendiri tercipta karena adanya perbedaan pandangan, pemikiran, visi dan misi antara anggota didalam organisasi tersebut.

Konflik dalam organisasi sering terjadi karena sifat alami manusia yang memiliki pendapat, pikiran, dan perasaan yang berbeda-beda. Biasanya konflik tersebut timbul karena :

1.     Adanya perselisihan pendapat
2.     Adanya perbedaan prinsip
3.     Adanya sikap egois
4.     Adanya pihak ketiga yang mengadu domba
5.     Tidak dapat menerima pendapat yang bertentangan
6.     Terjadi perbedaan nilai, status maupun tujuan

Suatu konflik yang timbul dalam organisasi pasti dapat dipecahkan atau diselesaikan dengan beberapa cara misalnya :

1.     Mediasi, yaitu menghadirkan pihak ketiga sebagai penengah.
2.  Komunikasi, yaitu dengan komunikasi secara dua arah dapat menghindari diri dari kesalahpahaman yang timbul sehingga dapat menyelesaikan suatu konflik.
3. Sharing, yaitu kedua belah pihak atau anggota organisasi yang terlibat konflik saling sharing agar dapat menemukan jalan keluar dari konflik yang ada.


Konflik yang timbul dalam organisasi tidak semuanya merugikan organisasi tersebut. Karena dengan adanya konflik maka semua anggota organisasi akan berkomunikasi dan saling terbuka. Dengan kata lain jika suatu saat konflik selanjutnya terjadi, organisasi tersebut dapat menggunakan cara sebelumnya untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Resume Kelompok I (Arti Organisasi Dalam Bermasyarakat)

Arti Organisasi Dalam Bermasyarakat

Organisasi merupakan suatu wadah bagi sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu dengan visi ataupun misi yang sama. Organisasi yang baik ialah organisasi yang keberadaaannya diakui oleh masyarakat sekitar karena memberi kontribusi positif seperti membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat menekan angka pengangguran.

Organisasi dapat terbentuk dan berjalan dengan baik jika memiliki tujuan yang jelas. Oleh karena itu organisasi tidak akan berjalan jika tujuannya sendiri tidak jelas. Karakter diri seseorang dapat dibangun jika orang tersebut masuk dalam organisasi. Dengan kata lain organisasi memiliki peran penting pada keberhasilan seseorang dimasa depan.

Seseorang dapat memilih untuk bergabung dengan organisasi yang diinginkan sesuai kehendaknya. Misalnya seseorang yang suka berpolitik bergabung dengan partai politik yang memiliki visi dan misi yang sama dengannya. 

Organisasi yang tercipta dalam masyarakat sangat bermacam-macam dari yang ruang lingkupnya besar hingga ke ruang lingkup yang lebih kecil, dari yang positif hingga yang negatif. Kita memang berhak memilih tapi sebaiknya jika kita ingin bergabung dalam organisasi. Kita memilih organisasi yang dapat memberi pengaruh positif pada diri kita sendiri karena membangun suatu organisasi sama saja seperti kita membangun kepribadian kita sendiri.

Copyright © Muhammad Ahsan Fuady | Powered by Blogger